Sabtu, 07 Februari 2026

Praktikum mandiri splicing kabel fiber optic (FO)

 

1️⃣ Persiapan Alat & Bahan










Alat:

  • Fusion splicer

  • Fiber cleaver

  • Stripper FO

  • Alkohol isopropil + tisu/lint-free

  • Heater splicer

  • Optical Power Meter & Light Source (opsional)

Bahan:

  • Kabel fiber optic

  • Sleeve pelindung sambungan

  • ODF / closure / joint box


2️⃣ Membuka Jaket Kabel FO





  • Kupas jaket luar kabel FO sesuai kebutuhan

  • Buka strength member & tube dengan hati-hati

  • Ambil serat optik yang akan disambung


3️⃣ Membersihkan Serat Optik



  • Kupas coating serat (±3 cm) pakai stripper

  • Bersihkan serat dengan tisu + alkohol

  • Pastikan serat bersih & mengkilap


4️⃣ Memotong Serat (Cleaving)


  • Masukkan serat ke fiber cleaver

  • Potong dengan sudut 90° (rata)

  • Jangan menyentuh ujung serat setelah dipotong


5️⃣ Memasang Sleeve

  • Masukkan sleeve pelindung ke salah satu serat

  • Geser menjauh dari ujung sambungan dulu


6️⃣ Proses Splicing (Penyambungan)



  • Masukkan kedua serat ke fusion splicer

  • Pastikan posisi serat sejajar

  • Jalankan proses splicing

  • Tunggu hingga mesin menyambung & cek nilai loss


7️⃣ Melindungi Sambungan


  • Geser sleeve ke tengah sambungan

  • Masukkan ke heater splicer

  • Panaskan sampai sleeve mengeras

9️⃣ Pengujian (Testing)


  • Cek redaman dengan OPM & Light Source

  • Pastikan loss kecil (biasanya ≤ 0,02–0,05 dB)

  • Jika besar → ulangi splicing



Jumat, 06 Februari 2026

Praktikum Splicing Kelompok 6

 

Praktikum Splicing Kelompok 6

 Anggota kelompok 6: Darrel Dafa Nugraha(9)
                                    Ahmad Khamim(3)


Perhatikan langkah-langkah Splicing kabel Fiber Optik:

 

Siapkan alat dan bahan:
Alat:
1. Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
2. Fiber Cleaver (pemotong presisi)
3. Crimp Tool FO
4. Optical Power Meter & Light Source (untuk tes)
5. Visual Fault Locator (VFL)
6. Cable Cutter
7. Fusion Splicer
Bahan:
1. Kabel Fiber Optic
2. Fast Connector 
3. Alkohol Isopropyl
4. Tisu Kering
5. Sleeve




Langkah-Langkah:

1. Persiapkan Kabel (Strip & Bersihkan Fiber)





2. Pemotongan (Potong dengan Cleaver)



3. Penyelarasan (Sejajarkan Core Fiber)



4. Peleburan (Lelehkan dengan Arc Listrik)



5. Penyambungan (Gabungkan Serat Optik)



6. 
Perlindungan (Pasang Pelindung (Sleeve))



7. Pengujian (Ukur Insertion Loss)



8. Penyelesaian (Kemas & Rapikan)

Selasa, 20 Januari 2026

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik


Gambar 428 Diagram Alur Splicing 
dalam Komunikasi Optik


Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi

b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama

Digunakan untuk:

  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)

Digunakan untuk:

  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet

Selasa, 13 Januari 2026

Terminasi Konektor Fiber Optics



I. Persiapkan Alat dan Bahan sesuai gambar dibawah ini
Alat:
1. Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
2. Fiber Cleaver (pemotong presisi)
3. Crimp Tool FO
4. Optical Power Meter & Light Source (untuk tes)
5. Visual Fault Locator (VFL)
6. Cable Cutter

Bahan:
1. Kabel Fiber Optic
2. Fast Connector FO
3. Alkohol Isopropyl
4. Tisu Kering

II. Langkah-langkah 
1. Potong kabel Fiber Optic ke Cable Cutter untuk mengukur panjangnya sesuai keinginan

2. Belah tengah kabel FO antara 2 kabel yang kecil dan 1 kabel yang besar (kawat), hingga kabel terbelah 2.

3. Tarik bagian yang telah terbelah sesuai panjang yang diinginkan, kemudian kupas luaran kabel FO dengan panjang sekitar 4 CM

4. Kupas bagian serat kaca yang berwana biru hingga tersisa kabel yang bening


5. Bersihkan kabel menggunakan tisu yang diberi alkohol


6. Ukur ukuran lalu potong kabel sesuai Fast Connector menggunakan  Fiber Cleaver  dan masukkan ke dalam Fast Connector. Namun, perlu diperhatikan saat ingin mengunci kabel di Fast Connector sisakan sedikit lipatan didalamnya agar ketika dikencangkan kabel tidak kendor.



7. Cek sinyal ke Connector tersebut,jika sinar berhasil tembus berarti pemasangan telah benar.

8. Ulangi langkah nomor 1-7 ke ujung kabel yang satunya,lalu cek apakah kedua kabel berhasil meneruskan sinar dari laser

9. Cek tegangan kabel ke Optical Power Meter di salah satu ujung kabel dan Light Source di ujung satunya juga minimal harus -40
 


Hasil pengukuran menggunakan OPM menunjukkan daya optik sebesar −23,55 dBm pada panjang gelombang 1310 nm. Karena nilai tersebut masih di atas batas minimal −40 dBm, maka kondisi kabel fiber optik dinyatakan baik dan layak digunakan.

Selasa, 25 November 2025

Tugas Kelompok Presentasi IP








Memahami prinsip kerja dan teknologi fiber optic

 



Dasar-Dasar Fisika Optik

Serat optik adalah salah satu teknologi penting dalam komunikasi modern, yang memanfaat cahaya sebagai informasi. Cahaya dari sumber koheren, seperti laser atau LED, digunakan untuk mengirimkan data melalui serat optik. Prinsip dasar kerja serat optik didasarkan pada fenomena pemantulan total internal. Ketika cahaya masuk kedalam inti serat optik, cahaya tersebut terperangkap karena dipantulkan secara terus-menerus diantara dinding inti. Struktur serat optik terdiri dari dua bagian utama yaitu inti (core) dan selubung (cladding). Inti memiliki indeks bias yang lebih tinggi  dibandingkan dengan selubung, sehingga cahaya yang masuk selalu terpantul kembali ke dalam inti, menjaga cahaya tetap berada di jalur serat. 

Proses Transmisi Data Melalui Serat Optik

Proses transmisi data melalui serat optik melibatkan beberapa langkah. Pertama, sinyal listrik yang membawa data diubah menjadi sinyal optik oleh pemancar. Sinyal optik ini kemudian merambat melalui serat optik dengan mekanisme pemantulan total internal. Di ujung penerima, sinyal optik diubah kembali menjadi sinyal listrik. Setelah itu, sinyal listrik tersebut diproses lebih lanjut untuk mendapatkan informasi aslinya. Proses ini memungkinkan pengiriman data dengan kecepatan tinggi dan efisiensi yang luar biasa.

Keunggulan Serat Optik dalam Komunikasi Modern

Serat optik menawarkan berbagai keunggulan dalam komunikasi modern, pertama, serat optik memiliki kapasitas besar untuk membawa data dalam jumlah yang sangat besar secara stimultan, yang membuat ideal untuk kebutuhan jaringan yang terus berkembang. Selain itu, serat optik memungkinkan transmisi data jarak jauh dengan redaman yang sangat rendah, sehingga data dapat dikirimkan dengan kualitas tinggi tanpa kehilangan sinyal yang signifikan. Sinyal optik juga tidak terpengaruh oleh gangguan elektromagnetik, menjadikannya kebal terhadap interferensi yang sering menjadi masalah pada kabel konvensional. Keamanan juga merupakan salah satu keunggulan utama serat optik, karena sinyal optik sulit disadap, mengurangi resiko pencurian data.

Penerapan Serat Optik dalam Teknologi Komunikasi Modern

Dalam dunia teknologi komunikasi modern, serat optik telah menjadi tulang punggung bagi berbagai aplikasi. Di bidang telekomunikasi, serat optik digunakan secara luas dalam jaringan telepon, internet, dan televisi. Teknologi wavelength Division Multiplexing (WDM) memungkinkan banyak saluran data dikirimkan melalui satu serat optik, meningkatkan efisiensi dan kapasitas jaringan. Selain itu, serat optik menjadi komponen utama dalam jaringan data, termasuk Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN), dan pusat data. Serat optik juga digunakan dalam berbagai sensor untuk mengukur suhu, tekanan, dan parameter fisik lainnya. Di era jaringan komunikasi mobil generasi kelima (5G), serat optik memainkan peran penting dalam menyediakan kecepatan data yang sangat tinggi dan konektivitas yang andal.


Tantangan dan Perkembangan Terbaru

Meskipun memiliki banyak keunggulan, serat optik masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satu tantangan utama adalah biaya instalasi yang relatif tinggi, yang menjadi hambatan dalam penerapan luasnya. Selain itu, meskipun serat optik memungkinkan transmisi data jarak jauh, tetap ada batasan jarak karena ada redaman. Namun, perkembangan teknologi terus berlanjut, dengan munculnya serat optik mikrostruktur dan serat optik fotonik yang menawarkan kinerja yang lebih baik. Inovasi-inovasi ini diharapkan dapat mengatasi tantangan yang ada dan memperluas potensi serat optik dalam berbagai aplikasi komunikasi di masa depan.



Sumber:https://teknikelektro.ft.unesa.ac.id/post/prinsip-kerja-serat-optik-dalam-teknologi-komunikasi-modern

Praktikum mandiri splicing kabel fiber optic (FO)

  1️⃣ Persiapan Alat & Bahan Alat: Fusion splicer Fiber cleaver Stripper FO Alkohol isopropil + tisu/lint-free Heater sp...