Minggu, 18 Oktober 2026

Perintah Dasar Linux yang Sering Digunakan oleh Pemula

Panduan Praktik TJKT

Mengenal Perintah Dasar Linux melalui Terminal

Materi pengenalan Linux untuk memahami pengelolaan file, direktori, pengguna, jaringan, dan layanan sistem menggunakan command line.

Banner Linux Bash dan Terminal
Tujuan pembelajaran: Memahami fungsi perintah Linux yang sering digunakan, mengetahui cara menuliskannya, dan mempraktikkan penggunaannya secara aman pada sistem Linux.

Pengantar Linux

Linux merupakan sistem operasi yang banyak digunakan pada server, komputer, perangkat jaringan, dan lingkungan pengembangan perangkat lunak. Salah satu cara mengoperasikannya adalah melalui terminal, yaitu antarmuka berbasis teks yang menerima perintah dari pengguna.

Dengan terminal, pengguna dapat melakukan berbagai pekerjaan tanpa harus membuka banyak jendela aplikasi. Contohnya membuat direktori, memeriksa kapasitas penyimpanan, mengelola paket aplikasi, dan melihat status layanan.

Perintah Linux umumnya memiliki pola berupa nama perintah, opsi tambahan, dan argumen.

nama_perintah opsi argumen

Contoh penulisan:

ls -l /home

Perintah ls digunakan untuk melihat isi direktori, opsi -l menampilkan informasi lebih lengkap, dan /home menentukan direktori yang diperiksa.

01Perintah Dasar Terminal

Perintah dasar membantu pengguna mengenali identitas akun, mengetahui lokasi kerja, melihat waktu, dan membersihkan tampilan terminal.

PerintahFungsiContoh
pwdMenampilkan direktori aktif.pwd
whoamiMenampilkan nama pengguna aktif.whoami
dateMenampilkan tanggal dan waktu sistem.date
calMenampilkan kalender jika tersedia.cal
clearMembersihkan tampilan terminal.clear
historyMenampilkan riwayat perintah shell.history
manMembuka dokumentasi perintah.man ls
--helpMenampilkan petunjuk singkat jika didukung.ls --help

Contoh praktik

whoami
pwd
date
history

Jalankan setiap baris secara bergantian. Hasilnya membantu mengenali akun aktif, lokasi direktori, dan waktu sistem.

02Navigasi Direktori

Direktori merupakan tempat untuk mengelompokkan file. Sebelum mengelola file, pahami cara berpindah dan melihat isi direktori.

PerintahKegunaanContoh
lsMelihat isi direktori.ls
ls -lMelihat rincian file.ls -l
ls -aMenampilkan file tersembunyi.ls -a
cdKembali ke direktori home.cd
cd ..Berpindah ke direktori induk.cd ..
cd /etcBerpindah ke direktori tertentu.cd /etc
treeMenampilkan struktur direktori jika tersedia.tree

Direktori yang sering dijumpai

  • /: direktori utama sistem.
  • /home: direktori pengguna.
  • /etc: berkas konfigurasi sistem.
  • /var: data yang sering berubah, termasuk banyak log.
  • ~: direktori home pengguna saat ini.
pwd
ls -la
cd /home
pwd
cd ..

03Mengelola File dan Folder

Linux menyediakan perintah untuk membuat, menyalin, memindahkan, mengganti nama, dan menghapus file atau direktori.

PerintahFungsiContoh
mkdirMembuat direktori.mkdir latihan
touchMembuat file kosong jika belum ada.touch catatan.txt
cpMenyalin file.cp a.txt b.txt
cp -rMenyalin direktori beserta isinya.cp -r sumber salinan
mvMemindahkan atau mengganti nama.mv lama.txt baru.txt
rmMenghapus file.rm catatan.txt
rmdirMenghapus direktori kosong.rmdir latihan
fileMengidentifikasi jenis file.file catatan.txt

Latihan membuat file

mkdir latihan-linux
cd latihan-linux
touch catatan.txt
ls -l
cp catatan.txt salinan.txt
mv salinan.txt hasil.txt
ls

Latihan tersebut membuat direktori, membuat file kosong, menyalin file, lalu mengganti nama salinannya.

Perhatian: Perintah rm dapat menghapus file tanpa memindahkannya ke tempat sampah. Periksa nama file dan lokasinya terlebih dahulu.

04Membaca dan Mengolah Teks

File teks dapat berisi catatan, konfigurasi, atau log sistem. Gunakan perintah berikut untuk membaca dan mencari informasi.

PerintahKegunaanContoh
catMenampilkan isi file.cat catatan.txt
lessMembaca file secara bertahap.less catatan.txt
headMelihat bagian awal file.head catatan.txt
tailMelihat bagian akhir file.tail catatan.txt
grepMencari teks berdasarkan pola.grep "Linux" catatan.txt
wcMenghitung baris, kata, dan byte.wc catatan.txt
sortMengurutkan baris teks.sort nama.txt
nanoMembuka editor teks terminal jika terpasang.nano catatan.txt
echo "Belajar Linux untuk server" > catatan.txt
cat catatan.txt
grep "Linux" catatan.txt
wc -w catatan.txt

Simbol > mengarahkan keluaran ke file dan mengganti isi sebelumnya. Perintah grep mencari baris yang memuat kata Linux.

Tekan q untuk keluar dari less. Pada nano, tekan Ctrl+O untuk menyimpan dan Ctrl+X untuk keluar.

05Hak Akses dan Pengguna

Hak akses mengatur siapa yang dapat membaca, mengubah, atau menjalankan suatu file. Pengaturan ini penting pada komputer yang digunakan oleh beberapa akun.

PerintahFungsiContoh
whoamiMelihat akun aktif.whoami
idMelihat UID, GID, dan grup.id
groupsMelihat grup pengguna.groups
chmodMengubah izin akses file.chmod 644 catatan.txt
chownMengubah kepemilikan file.sudo chown user:user catatan.txt
sudoMenjalankan perintah administratif sesuai izin.sudo apt update
suBeralih akun sesuai izin dan autentikasi.su - user

Nilai izin chmod

  • 4 berarti membaca.
  • 2 berarti menulis.
  • 1 berarti menjalankan.

Contohnya, chmod 644 catatan.txt memberikan izin baca dan tulis kepada pemilik, serta izin baca kepada grup dan pengguna lain.

Jangan menggunakan hak administratif tanpa memahami akibatnya. Izin yang terlalu terbuka dapat membuat file penting diubah oleh pihak yang tidak seharusnya.

06Mengelola Paket Aplikasi

Pada distribusi berbasis Debian seperti Debian dan Ubuntu, paket aplikasi dapat dikelola menggunakan APT.

PerintahFungsi
sudo apt updateMemperbarui daftar informasi paket.
sudo apt upgradeMemutakhirkan paket yang terpasang.
sudo apt install nama-paketMemasang paket aplikasi.
sudo apt remove nama-paketMenghapus paket.
sudo apt purge nama-paketMenghapus paket beserta konfigurasi paket yang dikelola APT.
apt search kataMencari paket.
apt show nama-paketMelihat informasi paket.
sudo apt update
sudo apt upgrade

Perintah pertama memperbarui daftar paket, sedangkan perintah kedua menjalankan proses peningkatan versi paket yang tersedia. Periksa ringkasan perubahan sebelum menyetujuinya.

07Memeriksa Proses yang Berjalan

Proses merupakan program yang sedang dieksekusi oleh sistem operasi. Pemeriksaan proses membantu mengetahui penggunaan sumber daya komputer.

PerintahFungsi
psMenampilkan proses.
ps auxMenampilkan daftar proses lebih lengkap.
topMemantau proses dan penggunaan sumber daya.
free -hMelihat penggunaan memori.
uptimeMelihat lama sistem berjalan dan beban sistem.
kill PIDMengirim sinyal ke proses berdasarkan ID.
uptime
free -h
ps aux
top

Tekan q untuk keluar dari tampilan top. Sebelum menghentikan proses, pastikan proses tersebut memang aman untuk dihentikan.

08Pemeriksaan Jaringan

Perintah jaringan digunakan untuk memeriksa alamat IP, menguji konektivitas, dan membantu menemukan masalah komunikasi antarkomputer.

PerintahManfaatContoh
ip addrMelihat alamat IP antarmuka jaringan.ip addr
ip routeMelihat tabel rute.ip route
pingMenguji keterjangkauan host.ping -c 4 8.8.8.8
ss -tulnMelihat socket yang mendengarkan.ss -tuln
hostnameMelihat nama komputer.hostname
getent hostsMencari informasi host melalui sistem resolusi.getent hosts example.com
curlMengirim permintaan ke URL.curl -I https://example.com
ip addr
ip route
ping -c 4 8.8.8.8
getent hosts example.com

Jika koneksi ke alamat IP berhasil tetapi pencarian nama domain gagal, konfigurasi DNS merupakan salah satu hal yang perlu diperiksa. Hasil ping juga dapat dipengaruhi firewall atau kebijakan jaringan.

Catatan: Beberapa utilitas mungkin memerlukan paket tambahan dan tidak tersedia secara bawaan pada semua distribusi Linux.

09Penyimpanan dan Arsip

Perintah penyimpanan membantu memantau kapasitas disk, melihat ukuran direktori, serta mengemas file menjadi satu arsip.

PerintahFungsiContoh
df -hMelihat kapasitas dan ruang disk.df -h
du -sh folderMelihat ukuran direktori.du -sh dokumen
lsblkMelihat perangkat blok dan partisi.lsblk
tar -czfMembuat arsip tar terkompresi gzip.tar -czf backup.tar.gz folder
tar -tzfMelihat isi arsip tanpa mengekstrak.tar -tzf backup.tar.gz
tar -xzfMengekstrak arsip tar.gz.tar -xzf backup.tar.gz
mkdir dokumen
echo "Contoh materi Linux" > dokumen/materi.txt
tar -czf dokumen-backup.tar.gz dokumen
tar -tzf dokumen-backup.tar.gz

Contoh tersebut membuat direktori dan file, mengemasnya menjadi arsip, lalu melihat daftar isi arsip.

10Layanan dan Log Sistem

Server menjalankan layanan untuk menyediakan fungsi tertentu, seperti web atau SSH. Pada sistem yang menggunakan systemd, layanan dapat diperiksa melalui systemctl.

PerintahFungsi
systemctl status nginxMelihat status layanan Nginx jika tersedia.
sudo systemctl start nginxMenjalankan layanan.
sudo systemctl stop nginxMenghentikan layanan.
sudo systemctl restart nginxMemulai ulang layanan.
sudo systemctl enable nginxMengatur layanan agar dimulai saat boot.
journalctl -bMelihat jurnal sejak boot saat ini.
journalctl -u nginxMemeriksa jurnal layanan tertentu.
systemctl status ssh
journalctl -u ssh

Contoh tersebut memeriksa status dan log SSH. Nama layanan dapat berbeda menurut sistem dan paket yang terpasang.

Sebelum menghentikan atau memulai ulang layanan, pastikan tindakan tersebut tidak mengganggu pengguna lain atau koneksi administrasi yang sedang aktif.

11Akses Jarak Jauh dengan SSH

SSH atau Secure Shell memungkinkan pengguna mengakses komputer lain melalui koneksi jaringan terenkripsi. Teknologi ini sering digunakan untuk administrasi server jarak jauh.

PerintahPenjelasan
ssh user@192.168.1.10Mencoba masuk ke host dengan alamat IP tertentu.
ssh -p 2222 user@hostMenggunakan port SSH khusus.
scp file.txt user@host:/home/user/Menyalin file melalui SSH.
ssh-keygenMembuat pasangan kunci SSH.
ssh namauser@192.168.109.2

Ganti nama pengguna dan alamat IP sesuai server yang digunakan. Koneksi memerlukan server yang dapat dijangkau, layanan SSH yang berjalan, dan akun dengan izin yang sesuai.

Jangan membagikan kata sandi atau kunci privat SSH. Verifikasi identitas host saat pertama kali terhubung.

12Perintah Pendukung

Sejumlah utilitas tambahan mempermudah pencarian file dan pemeriksaan informasi sistem.

PerintahKegunaanContoh
findMencari file atau direktori.find . -name "*.txt"
whichMenunjukkan lokasi program pada PATH.which python3
uname -aMelihat informasi kernel dan sistem.uname -a
hostnamectlMelihat informasi hostname pada sistem yang mendukungnya.hostnamectl
envMenampilkan variabel lingkungan.env
echoMenampilkan teks atau nilai variabel.echo "Halo Linux"
historyMelihat riwayat perintah.history
find . -name "*.txt"

Tanda titik menunjukkan direktori saat ini. Pola *.txt mencari nama file yang berakhiran .txt pada direktori tersebut dan subdirektorinya.

13Operator Terminal

Operator shell dapat menggabungkan perintah atau mengarahkan keluaran ke file.

OperatorFungsiContoh
&&Menjalankan perintah berikutnya jika sebelumnya berhasil.mkdir demo && cd demo
||Menjalankan perintah berikutnya jika sebelumnya gagal.cd folder || echo "Gagal"
;Menjalankan perintah berikutnya setelah perintah sebelumnya selesai.pwd; date
>Mengganti isi file dengan keluaran.echo "Baru" > data.txt
>>Menambahkan keluaran ke akhir file.echo "Tambahan" >> data.txt
|Meneruskan keluaran ke perintah lain.ls -l | less

Contoh pipeline

ps aux | less

Keluaran ps aux diteruskan ke less agar daftar proses bisa dibaca secara bertahap. Tekan q untuk keluar.

Periksa operator pengalihan sebelum menjalankan perintah. Simbol > dapat mengganti isi file yang sudah ada.

14Tips Menggunakan Linux dengan Aman

Ketelitian sangat penting ketika menggunakan terminal karena beberapa perintah dapat mengubah konfigurasi atau memengaruhi banyak file.

  • Periksa direktori aktif menggunakan pwd.
  • Gunakan ls untuk memeriksa file dan folder.
  • Baca dokumentasi melalui man atau opsi --help.
  • Jangan menyalin perintah tanpa memahami fungsinya.
  • Gunakan sudo hanya jika diperlukan.
  • Cadangkan data penting sebelum melakukan penghapusan atau perubahan konfigurasi.
  • Jaga kerahasiaan kata sandi dan kunci privat.
  • Lakukan latihan pada direktori khusus atau mesin virtual.

Latihan mandiri

Jalankan urutan berikut untuk mempraktikkan beberapa perintah dasar. Perubahan file dibatasi pada direktori latihan yang dibuat sendiri.

mkdir praktik-linux
cd praktik-linux
touch catatan.txt
echo "Saya sedang belajar perintah Linux" > catatan.txt
cat catatan.txt
cp catatan.txt cadangan.txt
ls -l
wc -w catatan.txt
pwd

Setelah selesai, jelaskan fungsi setiap baris dengan kata-katamu sendiri. Periksa hasil yang ditampilkan dan bandingkan file asli dengan salinannya.

Kesimpulan

Terminal Linux menyediakan cara efisien untuk mengelola file, memeriksa sistem, memasang aplikasi, dan melakukan administrasi jaringan. Penguasaan perintah dasar menjadi bekal penting bagi siswa TJKT dalam mempelajari server, layanan jaringan, dan pemecahan masalah.

Kemampuan menggunakan terminal tidak hanya bergantung pada hafalan. Pengguna juga perlu memahami fungsi perintah, membaca hasil yang ditampilkan, dan memeriksa kembali perintah sebelum menjalankannya.

Referensi pembelajaran: Untuk memeriksa sintaks dan opsi sesuai sistem yang digunakan, gunakan dokumentasi manual Linux melalui perintah man serta dokumentasi resmi distribusi Linux terkait.

Minggu, 13 September 2026

1409.2026 Jobsheet 1204 Manajemen User dan Group


JOB SHEET
SMK TUNAS HARAPAN PATI


Program Keahlian Mata Pelajaran Kode Mata Pelajaran
Teknik Komputer dan Jaringan Administrasi Sistem Jaringan 11.04/ASJ/2021
Tingkat / Kelas Materi Pokok Waktu Pembelajaran
XI TKJ 1 2 3 4
Menguji hasil instalasi Sistem
Operasi Jaringan
6 x 45 Menit
 



Nama Jobsheet Tanggal Praktikum
Manajemen User dan Group
September -November 2020
Nama Siswa Score




I. TUJUAN
1. Siswa mengenal Sistem Operasi Jaringan Berbasis CLI
2. Siswa mengenal Manajemen User dan Group
3. Siswa mampu membuat User dan Group

Minggu, 06 September 2026

Administrasi File Linux Debian

 Administrasi File

Setelah mempelajari Administrasi User dengan perintah perintah :
1. Login root
2. Clear
3. Adduser
4. Logout
5. Login user
6. Userdel -r
7. Groupadd
8. Groupdel
9. Usermod

Kita lanjutkan dengan mempelajari Administrasi File di dalam Linux Debian.

Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan / slash.

1. Perintah ls /
Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.

Perintah ls <nama_direktori> digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori.


2. Perintah cd /usr
Sekarang, gunakan perintah cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.

Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif.

3. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah mkdir <nama_directory>.

Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan ls. Apabila perintah ls digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang (yaitu /usr).
File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.
Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.

4. Perintah touch <nama_file>.
Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>.
Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan ls –l, untuk menampilkan isi direktori beserta attribut-attributnya,


5. Mengubah Hak Akses
Directory root yang baru saja kita buat dimiliki oleh user bernama root. Di kolom pertama, ada penjelasan tentang hak akses dari file atau direktori tersebut.

Terdiri dari 10 karakter,
1. Huruf d apabila direktori, - apabila file.
2. Hak akses untuk pemilik file,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
3. Hak akses untuk group pemilik file,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
4. Hak akses untuk selain pemilik dan group pemilik,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.

===============================
Suplemen




Slemen :
https://www.hostinger.co.id/tutorial/pengertian-chmod-dan-chown-untuk-ganti-permission-di-linux/#gref

Administrasi User Linux Debian

 

Sebelumnya server Debian diinstalisasi  tanpa grafik. Oleh karena itu, hanya akan ada tampilan command line (CLI). 

Bagi pengguna Windows mungkin tidak terbiasa menggunakan tampilan command line. Kecuali yang sudah terbiasa menggunakan DOS yang juga berbasis CLI. Pengguna DOS tentu tidak asing dengan perintah perintah Debian CLI berikut ini.

Bagi pengguna Windows yang belum pernah bekerja dengan DOS, dengan sedikit latihan akan terbiasa menggunakan perintah perintah berbasis CLI.

Setelah instalasi, maka Debian akan berjalan sendiri. Tampilan pertama meminta kita untuk masuk ke dalam sistem. 

Sebelumnya kita telah membuat 2 akun dalam Debian ketika melakukan instalasi, yaitu :
1. Akun utama (root), dan 
2. Akun dengan nama depan tadi.

Administrasi User

1. Selesai menginstal Debian, keluar tampilan debian123 login


2. Masuk root dengan mengetikkan root pada debian123 login, dan  passwordnya


3. Setelah masuk sebagai root, ketikkan clear.

Level administrasi tertinggi ada pada akun utama sebagai  super user, yaitu root. Root memiliki kemampuan untuk membuat user baru, ataupun menghapus user yang sudah ada.

4. Perintah adduser  
Perintah  adduser  digunakan untuk menambahkan user baru. Caranya dengan mengetik  adduser <nama_pengguna>, maka akan membuat user baru dengan nama yang sudah dimasukkan.
Setelah nama pengguna dimasukkan, maka diminta untuk memasukkan kata sandi untuk pengguna tersebut, dan informasi yang berkaitan dengannya.

5. Perintah logout
Ketikkan  logout  untuk keluar dari sesi root. 


6. Masuk sebagai Pengguna yang Baru  
Lalu masuk sebagai pengguna yang baru saja  dibuat, dalam kasus ini nama  penggunanya adalah bill dengan kata sandi gates.


Apakah terlihat perbedaan sebelumnya? Iya, perbedaanya terletak pada bagian prompt dari command line. Sebelumnya, saat kita masuk sebagai  root, prompt dari command line berbentuk 
Namun saat kita sudah berganti user, dan masuk sebagai bill, maka prompt dari command line berbentuk
Tanda  ~  atau tilde, menunjukkan posisi direktori yang sedang aktif. Dalam kasus ini bill tidak aktif di direktori manapun.

7. Perintah userdel -r
 Sekarang, coba logout dan masuk lagi sebagai root. Ketikkan perintah berikut,

Keluar dari bill, masuk lagi menjadi root, dan menggunakan  perintah userdel  –r <nama_pengguna>  untuk menghapus semua data di direktori /home pengguna dan juga pengguna tersebut.

8. Perintah groupadd dan groupdel
Beberapa user yang memiliki hak akses yang sama, bisa dimasukkan kedalam sebuah group. Group sangat berfungsi sehingga  kita tidak perlu membatasi hak akses terhadap user satu per satu.
Untuk membuat group, ketikkan perintah berikut.


Perintah groupadd <nama_group> digunakan untuk membuat group, sedangkan  groupdel <nama_group>  digunakan untuk menghapus group yang ada.
Buat dua buah group yaitu jawatengah dan jawabarat, dan buat empat user baru yaitu pati, rembang, bandung dan subang seperti yang terlihat pada contoh berikut ini :






9. Perintah usermod –g <nama_group> <nama_user>
Setelah itu, gunakan perintah

Perintah di atas digunakan untuk memindahkan user ke suatu group. Pada kasus ini, pati dan rembang dipindahkan ke dalam jawatengah sedangkan bandung dan subang dipindahkan ke dalam jawabarat.



10. Perintah  ls /

Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan / slash.
Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.


Perintah  ls <nama_direktori>  digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori. 

11. Perintah cd /usr
Sekarang, gunakan perintah  cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.

Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif. 

12. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah  mkdir <nama_directory>.

Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan  ls. Apabila perintah  ls  digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls  akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang (yaitu /usr).
File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.
Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.

Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>. 
Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan  ls  –l, untuk menampilkan isi direktori beserta attribut-attributnya, 


Suplemen
1. Membuat User dan Grup dalam Debian 10
3. File Hirarki pada Linux

Minggu, 09 Agustus 2026

Jobsheet 1103 Menginstal Debian 909 Darrel Dafa Nugraha

 

JOB SHEET
SMK TUNAS HARAPAN PATI


Program KeahlianMata PelajaranKode Mata Pelajaran
Teknik Komputer dan JaringanJarkom12.03/Jarkom/2627
Tingkat / KelasMateri PokokWaktu Pembelajaran
XII TJKT 1Menginstal Sistem Operasi Jaringan8 x 45 Menit


Nama JobsheetTanggal Praktikum
Menginstal Linux DebianAgustus 2026
Nama SiswaKode Score
    Darrel Dafa Nugraha


I. TUJUAN
1. Siswa mengenal Sistem Operasi Jaringan
2. Siswa mengenal Sistem Operasi Linux Debian
3. Siswa mampu Menginstal Linux Debian

 

II. ALAT DAN BAHAN
1. LCD Proyektor
2. PC atau Laptop yang telah terinstal Windows 7, Windows 8 atau Windows 10
3. Panduan Menginstal Linux Debian

 

III. KESELAMATAN KERJA
1. Menghidupkan PC atau Laptop sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan
2. Mengatur kabel power serapi mungkin
3. Menggunakan kaca mata pelindung radiasi
4. Menggunakan screen monitor untuk keamanan data
5. Membackup data data penting ke memori eksternal
6. Mematikan komputer sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan

IV. LANGKAH KERJA


1.  Sebelum melakukan instalasi Linux Debian, mulai dulu dengan tampilan Virtual Box yang telah terinstal Virtual Machine seperti yang nampak pada gambar di bawah ini :









Untuk memulai instalasi Linux Debian, klik tombol Start yang terletak pada bagian atas pada gambar di atas ! 
Selanjutnya muncul tampilan Select Start-up disk seperti gambar di bawah ini, untuk memilih lokasi file debian 6.05.iso disimpan dengan menekan tombol di sebelah kanan di atas tombol Cancel










Muncul tampilan lokasi file debian 6.05.iso disimpan: Pilih file tersebut dan klik tombol Open







Muncul tampilan sebagai berikut :








Selanjutnya gunakan cara Manual, bukan Graphical, dengan memilih  Install. dan tekan tombol Enter pada Keyboard.


2. Selanjutnya muncul Menu Select a language dan sub menu Choose the language to be used for the installation process. Ini berarti memilih Bahasa yang akan digunakan selama proses instalasi. Misalnya memilih Indonesia. Kemudian Tekan ENTER.




3. Selanjutnya muncul Menu Select your location dan sub menu Country, territory or area. Ini berarti memilih lokasi yang akan digunakan selama proses instalasi. Lalu Tekan ENTER. 





4. Selanjutnya muncul Menu Select a keyboard layout dan sub menu Keymap to use. Ini berarti memilih layout Keyboard yang akan digunakan selama proses instalasi. Lalu Tekan ENTER. 




Selanjutnya muncul Menu Loading additional components dan sub menu Retrieving partman-basicfilesystems. Tunggu sampai proses mencapai 100 %




5. Selanjutnya muncul Menu Configure the network dan sub menu Please enter the hostname for this system dan Hostname. Ini berarti memberi nama Host, Misalnya ditulis nilai defaultnya yaitu debian. Kemudian pilih Continue. 






Masih pada menu Configure the network selanjutnya muncul sub menu Please enter the hostname for this system dan Domainname. Ini berarti memberi nama Host, Misalnya ditulis nilai defaultnya sama seperti sebelumnya yaitu debian. Kemudian pilih Continue. 






6. Selanjutnya muncul Menu Set up users and passwords dan sub menu Root password. Ini berarti memasukkan Kata Sandi Root. Kemudian pilih Continue.





Masih pada menu Set up users and passwords selanjutnya muncul sub menu  Re-enter password to verify . Ini berarti memasukkan kembali kata sandi untuk verifikasi, Kemudian pilih Continue.




Masih pada menu Set up users and passwords selanjutnya muncul sub menu  Full name for the new user. Ini berarti memasukkan nama user baru secara lengkap, Kemudian pilih Continue. 




Masih pada menu Set up users and passwords selanjutnya muncul sub menu  Username for your account. Ini berarti memasukkan nama sebuah akun, Kemudian pilih Continue. 




Masih pada menu Set up users and passwords selanjutnya muncul sub menu  Choose a password for the new user . Ini berarti memasukkan Kata Sandi untuk user baru, Kemudian pilih Continue. 





Masih pada menu Set up users and passwords selanjutnya muncul sub menu  Re-enter password to verify. Ini berarti memasukkan kembali Kata Sandi untuk Verifikasi, Kemudian pilih Continue. 




7. Selanjutnya muncul Menu Setting Up the Clock dan sub menu Getting the time from a network time server. Tunggu sampai proses mencapai 100 %




8. Selanjutnya muncul Menu Configure the clock dan sub menu Select your time zone . Ini berarti memilih Zona Waktu yang akan digunakan. Kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi





9. Selanjutnya muncul Menu Loading additional components dan sub menu Retrieving partman-lvm. Tunggu sampai proses mencapai 100 %



10. Selanjutnya muncul Menu Partition disks dan sub menu Partitioning methode. Ini berarti memilih Metoda Partisi yang akan digunakan. Kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi




Masih pada menu Partition disks  selanjutnya muncul sub menu  Select disk to partition. Ini berarti memilih Harddisk yang akan dipartisi. Kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi





Masih pada menu Partition disks  selanjutnya muncul sub menu  Partitioning scheme. Ini berarti memilih salah satu skema Partisi, Kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi.




Masih pada menu Partition disks  selanjutnya muncul sub menu  Select a partition to modify its setting. Ini berarti memilih salah satu Partisi agar dapat mengubah settingnya. Kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi.



Masih pada menu Partition disks  selanjutnya muncul sub menu  Write the changes to disks ?. Ini berarti memilih apakah akan disimpan ke disk ?. Pilih Yes kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi.




11. Selanjutnya muncul Menu Installing the base system. Tunggu sampai proses mencapai 100 %




12. Selanjutnya muncul Menu Configure the package manager dan sub menu Scan another CD or DVD ?. Ini berarti memilih akan memindai (menscan ) CD atau DVD lainnya ? Pilih No kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi




Masih pada menu Configure the package manager  selanjutnya muncul sub menu  Use a network mirror ?. Ini berarti memilih apakah akan menggunakan suatu jaringan cermin (mirror)? Pilih No kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi.
Lihat tautan : http://ghadinkz23.blogspot.com/2010/09/pengertian-mirror.html

 


          Pilih negara selain Indonesia, karena Indonesia negara yang kalian jadikan main. Maka, mirror              nya harus selain negara asal (Indonesia)


        Pilih yang paling atas alias deb.debian.org




13. Selanjutnya muncul Menu Select and install. Tunggu sampai proses mencapai 100 %


        Jika muncul pilihan proxy kalian skip/ lanjut saja, karena kita tidak menggunakan proxy



14. Selanjutnya muncul Menu Configuring popularity-contest dan sub menu  Participate in the package usage survey ?. Ini berarti memilih akan berpartisi dalam survey Penggunaan Paket Debian?  Pilih No kemudian tekan Enter.




15. Selanjutnya muncul Menu Software Selection dan sub menu  Choose software to install ?. Ini berarti memilih Perangkat perangkat lunak internal yang ingin diinstall  Pilih software yang paling bawah yaitu Standard System Utilities dengan menekan tombol Spacebar di keyboard untuk memilih dan menghapus pilihan. Pilih Continue dan tekan ENTER.
Pilihan ini menentukan bahwa Debian akan bekerja berbasis CLI




16. Selanjutnya muncul Menu Select and install software dan sub menu  Retrieving file 86 of 112  ?. Tunggu sampai proses mencapai 100 %



17. Selanjutnya muncul Menu Install the GRUB boot loader on a harddisk dan sub menu Install the GRUB boot loader to the master boot record ? Ini berarti memilih akan memasang boot loader GRUB master pada boot record ?  Pilih Yes kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi



        Pilih yang karena disk anda merupakan disk virtual buakn disk asli pada laptop atau device anda            secara langsung




18. Selanjutnya muncul Menu Installing GRUB boot loader dan sub menu Running "update-grub" ? Tunggu sampai proses mencapai 100 %




19. Selanjutnya muncul Menu Finish the installation dan sub menu Installation Complete Pilih Continue dan tekan ENTER.


20. Selanjutnya muncul Tampilan Debian Login dan Instalasi Linux selesai









V. PERTANYAAN
 1. Sebutkan 3 Installer Boot Menu Pada Saat Menginstal Debian ! 

 2. Menu Apa Yang Digunakan Untuk Penginstalan Debian Secara Manual ?

 3. Jelaskan Pesan Instalasi Berikut Ini :

Choose The Language To Be Used For The Installation Process. The Selected Language  Will Also Be The Default Language  For The Installed System 

 4. Sebutkan Kepanjangan Dari Dns ! 

 5. Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Root Password !

 6. Sebutkan 3 Jenis Partisi Yang Digunakan Dalam Server Linux Debian  !   

 7. Sebutkan 3 Metode Partisi Dalam Instalasi Debian ! 

 8. Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Network Mirror ! 

 9. Sebutkan Syarat Menggunakan Network Mirror ! 

10. Tuliskan Kepanjangan FAT, NTFS, CLI dan GUI  


VI. JAWABAN PERTANYAAN
  1. Tiga Installer Boot Menu pada saat menginstal Debian:
    • Graphical Install
    • Install
    • Advanced Options
  2. Menu yang digunakan untuk penginstalan Debian secara manual adalah:
    • Install (atau Graphical Install jika ingin instalasi manual dengan tampilan grafis).
  3. Penjelasan pesan instalasi:
    • Pesan tersebut berarti pengguna diminta memilih bahasa yang akan digunakan selama proses instalasi Debian. Bahasa yang dipilih juga akan menjadi bahasa bawaan pada sistem operasi Debian setelah proses instalasi selesai.
  4. Kepanjangan DNS adalah:
    • Domain Name System.
  5. Root Password adalah:
    • Root Password adalah kata sandi untuk akun root, yaitu akun administrator yang memiliki hak akses penuh untuk mengelola sistem Linux, seperti menginstal aplikasi, mengubah konfigurasi sistem, dan mengelola pengguna.
  6. Tiga jenis partisi yang digunakan dalam Server Linux Debian:
    • Partisi Root (/)
    • Partisi Swap
    • Partisi Home (/home)
  7. Tiga metode partisi dalam instalasi Debian:
    • Guided – use entire disk
    • Guided – use entire disk and set up LVM
    • Manual
  8. Network Mirror adalah:
    • Network Mirror adalah server di internet yang menyediakan salinan paket-paket Debian sehingga sistem dapat mengunduh dan menginstal paket terbaru selama atau setelah proses instalasi.
  9. Syarat menggunakan Network Mirror:
    • Komputer terhubung ke jaringan internet.
    • Konfigurasi jaringan (IP/DHCP) sudah benar.
    • Tersedia server mirror Debian yang dapat diakses.
  10. Kepanjangan FAT, NTFS, CLI, dan GUI:
  • FAT : File Allocation Table
  • NTFS : New Technology File System
  • CLI : Command Line Interface
  • GUI : Graphical User Interface

Perintah Dasar Linux yang Sering Digunakan oleh Pemula

Panduan Praktik TJKT Mengenal Perintah Dasar Linux melalui Terminal Materi pengenalan Linux untuk memahami pengelolaan file, ...